Soto Gantung

Untuk mengembangkan resep leluhur, dari keluarga yang di tularkan secara turun temurun, menjadi resep yang bisa dinikmati secara umum, untuk itu dibutuhkan kreatifitas kuliner yang sebelumnya melalui pengujian secara terus menerus dan dalam waktu yang lama. Setelah yakin bahwa resep dapat diterima, maka kami beranggapanbahwa resep lama tapi baru (setelah melalui modifikasi) adalah buah dari kreatifitas tersebut.

Hasil Kreatifitas yang muncul di kota kecil Parakan, ternyata menunjukkan jati diri atau cirri khas kota Parakan, tepatnya pada Lebaran hari ke dua tahun 2007 muncullah ‘Soto Gantung” – Soto Sapi Khas Parakan  yang mengundang pertanyaan dan menantang untuk mencoba merasakan kenikmatannya.

Soto Gantung adalah soto yang terdiri dari nasi putih, mie / so’on, toge irisan daging sapid an perkedel kentang, ditaburi seledri, bawang goring dan merica bubuk sebagai penguat rasa, disajikan dengan piring beralaskan daun pisang,  bila dituangkan kuah panas berwarna coklat bening akan menimbulkan sensasi rasa, yang dapat membangkitkan selera makan.

3 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    setiawan berkata,

    nek biso sing nggone sing gawe asah-asah rodho di adohke, ojo ngisor wit

  2. 2

    mita berkata,

    wUeNak tNan sOtO gaNtUng+baCeMan paRU na.. hmm.. nYummY… ^^
    pa Lagi peNikmaT sOtO kUdU nYobaiN.. gag baKaL keCeWa dee.. pOkOke mak nYussss ^^

  3. 3

    rinda berkata,

    Wah G’luck ya..
    on the first line search engine di google..
    belum ada yg gantung lainnya kali..
    jadi pingin pulang en ngiras… :)


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda